Kembali
17 October 2025

Santunan Guru Al Quran Braile

Dengan penuh rasa syukur, Lentera Yatim Dhuafa Indonesia kembali menyalurkan bantuan sosial dalam bentuk Santunan Guru Ngaji Al-Qur’an Braille. Program ini diberikan kepada seorang guru ngaji tunanetra yang telah bertahun-tahun mengabdikan diri dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada para santri difabel di wilayah Surabaya.

Program ini merupakan bentuk penghargaan dan kepedulian terhadap para guru ngaji istimewa yang memiliki dedikasi luar biasa meski dalam keterbatasan fisik. Melalui santunan ini, Lentera Yatim Dhuafa Indonesia ingin menyampaikan pesan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk tetap berkhidmat di jalan dakwah dan pendidikan Al-Qur’an.

Ketua Yayasan Lentera Yatim Dhuafa Indonesia menyampaikan bahwa bantuan ini adalah simbol penghormatan terhadap perjuangan para pengajar Al-Qur’an Braille yang sering kali bekerja dengan penuh keikhlasan tanpa dukungan finansial yang memadai.

“Beliau adalah sosok inspiratif. Walau tidak bisa melihat dengan mata, namun hatinya terang dengan cahaya Al-Qur’an. Kami ingin memberikan apresiasi dan dukungan agar semangat beliau dalam mendidik para santri tunanetra tetap menyala,” ungkapnya.

Guru ngaji penerima manfaat tersebut telah mengajar puluhan santri tunanetra dari berbagai usia, membimbing mereka membaca dan memahami Al-Qur’an dengan huruf Braille. Dengan sabar dan tekun, ia menularkan semangat cinta Al-Qur’an kepada murid-muridnya, bahkan di tengah keterbatasan fasilitas belajar.

Dalam kesempatan penyerahan santunan, suasana haru terasa ketika beliau menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh donatur dan pihak yayasan.

“Saya hanya ingin terus mengajar, karena itu jalan hidup saya. Terima kasih kepada Lentera Yatim Dhuafa dan para dermawan yang sudah peduli. Semoga Allah membalas kebaikan ini dengan pahala yang berlipat,” ucapnya dengan suara lembut penuh rasa syukur.

Program Santunan Guru Ngaji Al-Qur’an Braille ini menjadi salah satu langkah kecil Lentera Yatim Dhuafa Indonesia dalam mendukung para pejuang dakwah Qur’ani yang berada di garis depan pendidikan keagamaan, terutama di kalangan penyandang disabilitas.

“Kami ingin memastikan bahwa para guru ngaji tidak berjalan sendirian. Mereka adalah pilar penting dalam mencetak generasi Qur’ani, dan sudah sepatutnya kita bantu agar tetap istiqamah dalam perjuangan,” tambah pengurus yayasan.

Lentera Yatim Dhuafa Indonesia terus membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berkontribusi dalam program-program serupa, baik berupa donasi, wakaf, maupun dukungan logistik. Donatur dapat berpartisipasi melalui website resmi lentarayatim.id sesuai dengan pilihan programnya.